Rabu, 13 Juni 2012

Menyambut BUlkulan Suci Ramadhan

Mantapkan Diri Menyambut Bulan Suci Ramadhan


Pembaca yang budiman, Sebagai seorang muslim, tentu kita sangat bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Karena bergembira saja kita sudah mendapat pahala apalagi melaksanakan amal ibadah Ramadhan nanti. Nah, untuk memaksimalkan amal ibadah kita, sebaiknya kita sudah mempersiapkan dari sekarang. Berikut beberapa hal yang perlu kita siapkan:
1. Persiapan Mental dan Fisik
Tak dipungkiri, aktivitas kita dalam bulan suci Ramadhan nanti akan banyak berubah. Setiap subuh kita harus bangun untuk sahur. Dan ini pekerjaan yang tidak mudah. Setelah sahur kita masih harus bertahan untuk tetap terjaga agar bisa sholat berjamaah di masjid. Bila tidak, bisa-bisa bangun kesiangan. Tidak hanya itu, Siang hari biasanya saat yang paling berat karena tubuh yang telah mengeluarkan tenaga/ energy selama bekerja dari pagi memerlukan tambahan makanan. Perut akan terasa sedikit perih/sakit bila tidak diisi. Karena itulah penting mempersiapkan fisik kita dari sekarang. Caranya, mulailah dengan berpuasa sunnah senin-kamis atau puasa 3 hari di pertengahan bulan. Hal ini akan membantu menyesuaikan tubuh sehingga tidak kaget nantinya. Sedangkan untuk menjaga kebugaran tubuh dari pagi hingga sore kelak, alangkah baiknya kita melakukan sedikit senam atau olahraga ringan. Termasuk menjaga kebersihan diri, lingkungan dan kesehatan tubuh.
2. Persiapan Ruhiyah (spritual)
Selain persiapan mental dan fisik, kita juga wajib memperhatikan kesiapan ruhiyah kita. Jangan sampai nantinya ibadah puasa yang kita lakukan hanya sekedar lewat saja. Puasa sih puasa namun hakikatnya tidak membekas dijiwa. Begitupun Sholat, hanya sebagai pemenuh kewajiban saja. Akibatnya, target utama dari bulan suci Ramadhan tidak tercapai yaitu menjadi hamba yang “muttaqin” atau bertaqwa. Oleh karena itu, sebaiknya kita juga mempersiapkan Ruhiyah kita. Caranya dari sekarang memperbanyak sholat malam (qiyamullail), memperbanyak tilawah Alquran, shaum sunnah (senin-kamis atau 3 hari pertengahan bulan), sholat sunnah duhah dan amal ibadah lainnya.
3. Persiapan fikriyah (pengetahuan) dan materi
Ketidak tahuan sebagian masyarakat akan keagungan bulan suci Ramadhan membuat mereka merasa biasa-biasa saja melaluinya. Hari demi hari dilalui selayaknya bulan-bulan yang lain. Tidak ada peningkatan amal ibadah dan perbaikan kualitas diri. Hasilnya, ketika bulan suci ramadhan telah berlalu, mereka sangat gembira karena terlepas dari beban berpuasa.
Disinilah pentingnya mengapa kita diwajibkan mengetahui keagungan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan. Kita bisa mengetahuinya melalui buku-buku khusus yang membahas tentang bulan suci Ramadhan. Kita bisa mendapatkannya di perpustakaan umum atau toko-toko buku. Kita juga bisa mengetahuinya melalui pengajian-pengajian umum yang membahas tentang bulan suci ramadhan. Sementara itu, Persiapan materi juga diperlukan untuk menunjang kekhusukan ibadah saat berpuasa. Kita seharusnya sudah mempersiapkan dana jauh hari agar kita tidak menghabiskan waktu untuk bekerja saja.
Beberapa persiapan tadi semoga bisa membantu pembaca menyambut kedatangan bulan suci ramadhan yang akan kita laksanakan sekitar dua pekan lagi. Doa kita, kita bisa mendapatkan predikat “Muttaqin”. Akhirnya paling utama adalah menjaga agar nilai-nilai Ramadhan senantiasa menemani hari-hari kita setelah bulan suci ramadhan kelak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar